Kamis, 25 April 2013

16. Perilaku dalam Organisasi Sistem Pengendalian Manajemen


Sistem Prilaku Organisasi

16. Perilaku dalam Organisasi Sistem Pengendalian Manajemen

Sistem pengendalian manajemen mempengaruhi perilaku manusia. Sistem pengendalian manajemen yang baik mempengaruhi perilaku yang sedemikian rupa sehingga memiliki tujuan yang selaras, artinya tindakan-tindakan individu yang dilakukan untuk meraih tujuan-tujuan pribadi juga akan membantu untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.

Sistem formal dapat dibagi ke dalam dua kategori yaitu “aturan-aturan” dalam arti luas, dan metode-metode sistematis untuk perencanaan dan memepertahankan pengendalian
Tujuan utama dari system pengendalian manajemen adalah memastikan (sejauh mungkin) tingkat “keselarasan tujuan” yang tinggi. Dalam proses yang sejajar dengan tujuan, manusia diarahkan untuk mengambil tindakan yang sesuai dengan kepentingan pribadi mereka sendiri, yang sekaligus juga merupakan kepentingan perusahaan.

Dalam mengevaluasi praktik pengendalian manajemen, ada dua pertanyaan penting yang diajukan:
1.    Tindakan apa yang memotivasi orang untuk bertindak demi kepentingan diri mereka sendiri?
2.    Apakah tindakan ini sesuai dengan kepentingan organisasi tersebut?
3.    Faktor-faktor informal yang mempengaruhi keselarasan tujuan

Hal yang perlu diperhatikan oleh para perancang sistem pengendalian formal adalah aspek-aspek yang berkaitan dengan proses informal, seperti etos kerja, gaya manajemen, dan budaya yang melingkupi karena untuk menjalankan strategi organisasi secara efektif mekanisme formal harus berjalan seiring dengan mekanisme informal. Oleh karena itu sebelum sistem informal didiskusikan akan diuraikan factor-faktor informal baik yang bersifat internal maupun eksternal yang memainkan peranan kunci dalam rangka meraih keselarasan dengan tujuan perusahaan.

Faktor-faktor Eksternal
    Faktor-faktor eksternal adalah norma-norma mengenai perilaku yang diharapkan didalam masyarakat, dimana organisasi menjadi bagiannya. Norma-norma ini mencakup sikap yang secara kolektif sering juga disebut sebagai etos kerja, yang diwujudkan melalui loyalitas pegawai terhadap organisasi, keuletan, semangat, dan juga kebanggan yang dimiliki oleh pegawai dalam menjalankan tugas.

Factor-faktor Internal

Budaya
Faktor internal yang terpenting adalah budaya di dalam organisasi itu sendiri yang meliputi keyakian bersama, nilai-nilai hidup yang dianut, norma-norma perilaku serta asumsi-asumsi yang secara implisit diterima dan secara eksplisit dimanifestasikan di seluruh jajaran organisasi.

Gaya Manajemen
Faktor internal yang barang kali memiliki dampak yang paling kuat terhadap pengendalian adalah gaya manajemen.

Organisasi Informal
Garis-garis dalam bagan organisasi menggambarkan hubungan-hubungan formal yaitu, lama berlangsungnya proses pengendalian manajemen tidak bisa dipahami tanpa mengenali arti penting dari hubungan-hubungan yang menyususn di organisasi yang bersifat informal.

Persepsi dan Komunikasi
Dalam upaya meraih tujuan-tujuan organisasi, para manajer operasi harus mengetahui tujuan dan tindakan-tindakan yang harus diambil untuk mencapainya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar